
Satu abad setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW (570 – 632), Sang pendiri agama Islam, para pengikutnya melanjutkan penyebaran doktrin dan pengaruh politik Islam dari India ke Perancs. Antara tahun 1096-1270, orang orang Eropa kristen berhadapan dengan ISLAM dalam perang Salib, dan pada berabad-abad berikutnya terjadi lagi banyak pertempuran antara pemeluk kedua agam itu.
Pada akhir PDII, Kekaisaran Ottoman Turki, sisa-sisa dari kebesaran Kekaisaran ISLAM pada abad ke 8 runtuh. Pada tahun 1958, di bawah presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser (1918-1970), Mesir dan Suriah membentuk Republik arab bersatu yang berumur singkat, dan pada tahun 1973-1974, negara-negara Arab penghasil minyak --- dalam naungan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minya (OPEC) memberlakukan embargo terhadap Eropa dan Amerika Utara.
Di Iran, Muhammad Rea Pahlevi (1919-1980) menggunakan kemakmuran yang ia peroleh dari naiknya harga minyak di tahun 1974 untuk menciptakan sebuah perekonomian gaya barat yang modern. Namun, karena ia memerintah dengan gaya otoriter dan kejam, akhirnya rakyat Iran memberontak dibawah pimpinan Ayatolah Ruhollah Khomeini dan berhasil mengusirnya pada tanggal 16 Januari 1979.
Keberadaan sebuah pemerintahan Islam Ortodox di Negara sebesar Iran menggelisahkan seluruh dunia Islam. Pembunuhan presiden Mesir Anwar sadat pada tahun 1981 adalah salah satu reaksi. Kegelisahan ini terus mewarnai peta politik di Afrika Utara dan Timur tengah hingga Tahun 90’an, semoga Islam benar – benar harus bisa menjadi Agama yang Esa di dunia ini.
Bangkitnya Fundamentalisme ISLAM – tahun 1980
Diposting oleh Rio Satriyo | | Belajar, Pengetahuan | 0 komentar »
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar
Posting Komentar