
Selama berabad – abad, umat manusia merekam benda-benda nyata dengan pena dan kuas. Manusia purba bahkan menggambar hewan-hewan yang mereka buru.
Sementara itu banyak orang bermimpi untuk dapat merekam gambar secara cepat dan langsung dengan peralatan mekanis. Perwujudan dari impian ini akan berupa lebih dari sekedar prestasi ilmiah, melainkan juga merupakan titik balik dari cara kita memandang lingkungan kita sendiri maupun orang lain.
Pada tahun 1879, George Eastman dari Rochester, New York, menemukan sebuah mesin berlapis emulsi yang memungkinkan dia membuat plat-plat fotografis dalam jumlah besar. Pada tahun 1889, Eastman mulai memansakan pita-pita seluloid berlapis emulsi yang dapat digunakan untuk membuat serangkaian negatif foto.
Di Amerika serikat. Thomas Alfa Edison memutuskan untuk mencetak sejumlah besar gambar diatas film transparan yang dapat diproyeksikan.
Penemuan ini mendorong munculnya kinetograf, kamera pertama yang khusus dirancang untuk membuat film (gambar hidup)beserta kinetoskopnya, proyektor gambar pertama didunia .
Dampak fotografi terhadap semua aspek kebudayaan modern sangatlah berarti. Seandainya tidak ada penemuan ini maka komunikasi massa kini akan menjadi sangat berbeda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar
Posting Komentar